Besar bantuan tersebut Rp 150.000 per bulannya. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Muryono, bantuan diberikan serentak di Pendapa Kabupaten Kendal. “Jumlah total bantuan yang diterima oleh tiap orang ada Rp 1,35 juta. Bantuan itu terhitung mulai Januari hingga September 2013,” kata Muryono.
Muryono menjelaskan, pengabdian para guru tersebut rata-rata sudah di atas 10 tahun. Namun, hingga kini mereka belum mempunyai kesempatan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) “Penerima bantuan tidak boleh diwakilkan. Mereka harus datang sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengaku prihatin dengan masih banyaknya guru wiyata bakti dan tenaga administrasi yang belum menjadi ASN. Padahal, mereka sudah mengabdi selama puluhan tahun.
Widya mengaku akan ke Jakarta menghadap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi supaya mereka bisa diangkat menjadi ASN. “Kasihan mereka. Honor mereka ada yang Rp 250.000,” kata Widya Kandi.
Andik, salah satu guru wiyata Bakti di SMKN 4 Kendal, mengaku senang mendapat bantuan transportasi dari pemerintah daerah. Ia, yang sudah mengabdi selama sembilan tahun, berharap pada tahun 2013 ini bisa lolos seleksi CASN 2014. “Kami berharap tahun ini bisa menjadi CASN 2014,” harapnya.
No comments:
Post a Comment